0813 7784 0842
pkmpudingbesar.bangka@gmail.com
Jalan Raya Sungailiat-Mentok,ds.Puding Besar
blog-img
03 Juni 2021

selamatkan keluargamu ayo vaksin

Admin PKM Puding Besar | Pendidikan

Mendapatkan vaksin COVID-19 maka bisa melindungi tubuh dan keluargamu dengan menciptakan respons antibodi di tubuh tanpa harus sakit karena virus corona. Vaksin COVID-19 mampu mencegah seseorang terkena virus corona. Atau, apabila kamu tertular COVID-19, vaksin dapat mencegah tubuh dari sakit parah atau potensi hadirnya komplikasi serius. 

Dengan mendapatkan vaksin, kamu juga akan membantu melindungi orang-orang di sekitar dari virus corona. Terutama orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19. Untuk itu, ketahui fakta mengenai vaksin COVID-19 berikut:

Vaksin COVID-19 Tidak Membuat Seseorang Terjangkit COVID-19 
Vaksin COVID-19 yang dikembangkan saat ini tidak mengandung virus hidup yang menyebabkan COVID-19. Artinya, vaksin COVID-19 tidak dapat membuat kamu sakit terinfeksi COVID-19. 

Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan yang membuat tubuh mengenali dan melawan virus yang menyebabkan virus corona. Terkadang, proses ini menimbulkan gejala seperti demam ringan. Gejala ini normal dan sebagai tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19. 

Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19, Apakah Seseorang Dinyatakan Positif COVID-19 pada Tes Virus?
Jawabannya, tidak. Baik vaksin yang diizinkan dan direkomendasikan baru-baru ini maupun vaksin COVID-19 lain yang saat ini masih dalam uji klinis tidak dapat menyebabkan kamu mendapatkan hasil positif pada tes virus, saat melihat apakah seseorang sedang terinfeksi. 

Jika tubuh berhasil menciptakan respon imun spesifik terhadap virus corona, ada kemungkinan kamu mendapatkan hasil positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi menunjukkan kamu pernah mengalami infeksi sebelumnya dan tubuh memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus. Hanya saja, para ahli masih memantau bagaimana vaksinasi COVID-19 bisa memengaruhi hasil pengujian antibodi

Orang yang Sudah Tertular dan Sembuh dari COVID-19 Perlu Divaksinasi
Ini karena risiko kesehatan yang para terkait COVID-19 dan fakta bahwa infeksi ulang COVID-19 sangat mungkin terjadi. Vaksin harus diberikan pada seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19.

Saat ini, para ahli belum mengetahui sampai kapan seseorang terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari COVID-19. Kekebalan tubuh yang didapatkan seseorang dari infeksi (kekebalan alami), bervariasi pada setiap orang.

Beberapa bukti awal menunjukkan kekebalan alami mungkin tidak bertahan lama. Namun, hal ini masih dipelajari lebih lanjut. Sementara ini, prioritas vaksin akan difokuskan pada mereka yang belum tertular terlebih dulu. 

Vaksin Melindungi Tubuh dari Infeksi COVID-19
Vaksinasi COVID-19 bekerja dengan membentuk sistem kekebalan tubuh tentang bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan COVID-19, dan melindungi tubuh dari infeksi COVID-19.

Vaksin COVID-19 Tidak Akan Mengubah DNA Seseorang
Vaksin COVID-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun. Vaksin RNA Messenger atau vaksin mRNA adalah vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat. Vaksin ini mengandung sebagian protein dalam virus yang memicu respon imun dalam tubuh. Perlu diketahui, mRNA dari vaksin COVID-19 tidak pernah memasuki inti sel, tempat DNA disimpan. Artinya, mRNA tidak bisa mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun
Di akhir proses vaksinasi, tubuh belajar bagaimana melindungi diri dari infeksi di kemudian hari. Respon kekebalan dan pembuatan antibodi itulah yang melindungi tubuh dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke tubuh. 

Bagikan Ke:

Populer